Surakarta, 22 juli 2025 – Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LPCRPM PDM) Surakarta sukses menggelar acara silaturahmi bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) PRM dan Takmir Masjid Waqaf Muhammadiyah di wilayah Solo Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas data CRM (Cabang Ranting & Masjid) sekaligus melakukan sosialisasi program CRM Award sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan data yang efektif. Fokus pada Optimalisasi Data CRM Dalam pertemuan ini, LPCRPM PDM Surakarta menekankan pentingnya akurasi dan kelengkapan data CRM sebagai fondasi penguatan organisasi. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi: Sosialisasi CRM Award: Memacu Kinerja Pengelola Data Sebagai bentuk motivasi, LPCRPM PDM Surakarta memperkenalkan program CRM Award, yang akan diberikan kepada cabang/ranting dengan kinerja pengelolaan data terbaik. Kriteria penilaian meliputi: Hasil Pantauan Survei: Indikator CRM Unggul Berdasarkan pantauan survei indikator CRM unggul, kolaborasi antara LPCRPM PDM Surakarta, PCM, dan Takmir Masjid telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal: “Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan CRM secara optimal agar seluruh program Muhammadiyah lebih terukur dan berdampak luas,” tegas Sumanto, perwakilan LPCRPM PDM Surakarta. Tutup dengan Ajakan Kolaborasi Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sistem database Muhammadiyah di Surakarta. LPCRPM PDM mengajak seluruh jajaran PCM, PRM, dan Takmir Masjid untuk bersinergi memperkuat CRM menuju organisasi yang lebih digital dan terdata dengan baik.
UMPKU Surakarta Resmi Lepas Mahasiswa KKN-T IPE & AIK 2025 di Solo: Siap Mengabdi di Pasar Kliwon dan Serengan
Surakarta, 19 Juli 2025 – Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) Surakarta kembali mengukuhkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelepasan resmi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Interprofessional Education (IPE) & Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) 2025. Kegiatan ini akan dilaksanakan di dua kecamatan di Kota Surakarta, yaitu Pasar Kliwon dan Serengan. Acara pelepasan berlangsung meriah dan penuh khidmat, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan camat, lurah dari lokasi KKN-T, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kolaborasi ini mendapat apresiasi luas sebagai bentuk sinergi nyata antara dunia akademisi dan masyarakat. KKN-T IPE & AIK 2025 akan dilaksanakan selama dua minggu, mulai 21 Juli hingga 2 Agustus 2025, dengan fokus pada pengabdian lintas disiplin ilmu berbasis nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Mahasiswa akan memberikan edukasi, layanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat di dua kecamatan tersebut. Rektor UM PKU Surakarta, Weni Hastuti, M. Kes., Ph.D, dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa selalu menjaga nama baik kampus selama menjalankan tugas pengabdian. “Saya titip nama baik kampus. Di mana pun kalian mengabdi, junjung tinggi adab, sopan santun, dan semangat memberi manfaat bagi masyarakat,” pesan Rektor penuh haru. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., turut mengapresiasi kontribusi UM PKU Surakarta dalam mendukung program pemerintah. “Kami bangga UM PKU memilih Solo sebagai lokasi KKN-T. Ini bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan Program Asta Cita Surakarta demi kemajuan Kota Solo,” ujarnya. Melalui KKN-T IPE & AIK 2025, UMPKU Surakarta berharap dapat menghadirkan dampak positif bagi masyarakat serta membentuk karakter mahasiswa yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai Islami. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara pendidikan tinggi dan penguatan kapasitas sosial di tengah masyarakat Solo.
Sholat Tapi Pikiran Melayang: Begini Jawaban Rasulullah yang Menggetarkan Hati
Suasana majelis Rasulullah terasa begitu tenang. Para sahabat duduk melingkar, menyimak setiap perkataan beliau dengan penuh perhatian.Namun, di antara mereka, seorang sahabat tampak gelisah. Jemarinya saling menggenggam, matanya menunduk, dan napasnya terasa berat. Setelah beberapa saat ragu, ia akhirnya mengangkat wajah dan berkata dengan suara lirih, “Wahai Rasulullah, aku ingin bertanya, tetapi aku khawatir pertanyaanku ini akan membuatku semakin malu di hadapan Allah.” Rasulullah tersenyum lembut, menatapnya penuh kasih sayang. “Katakanlah, wahai saudaraku. Tidak ada pertanyaan yang membuat seseorang hina jika ia bertanya untuk mencari kebaikan.” Sahabat itu menarik napas dalam, matanya mulai berkaca-kaca. “Wahai Rasulullah, aku merasa shalatku sering tidak khusyuk. Kadang aku mengingat urusan dunia, kadang pikiranku melayang entah ke mana. Aku takut shalatku tidak diterima oleh Allah. Apakah dengan shalat seperti itu, aku tetap mendapatkan pahala?” Suasana majelis seketika menjadi hening. Para sahabat lainnya ikut menunduk, merasakan kegelisahan yang sama. Mereka tahu betapa beratnya pertanyaan itu. Namun, yang terjadi setelahnya benar-benar di luar dugaan. Rasulullah tidak langsung menjawab. Beliau menatap sahabat itu dengan penuh kelembutan, lalu tiba-tiba air mata mulai membasahi pipi beliau. Para sahabat terkejut. Mereka jarang melihat Rasulullah menangis dalam situasi seperti ini. Dengan suara bergetar, beliau berkata,“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh setan tidak akan pernah berhenti berusaha mencuri bagian dari sholat seorang hamba hingga ia teralihkan. Tetapi ketahuilah, Allah tetap melihat usahamu.” Rasulullah menarik napas dalam, lalu melanjutkan,“Wahai saudaraku, jika engkau meninggalkan shalat hanya karena takut tidak khusyuk, maka setan akan menang. Tetapi jika engkau tetap berusaha shalat meski pikiranmu teralihkan, ketahuilah bahwa setiap kali engkau berusaha kembali kepada Allah dalam shalatmu, saat itulah Allah menyambutmu.”Mendengar itu, sahabat tersebut tak mampu menahan tangis. Begitu pula para sahabat lainnya. Kemudian Rasulullah melanjutkan dengan penuh kelembutan, “Bayangkan seorang ibu yang melihat anaknya berjalan ke arahnya, tetapi anak itu sering jatuh dan tersandung. Apakah sang ibu akan marah? Tidak! Ia justru akan berlari menghampirinya,mengangkatnya, dan mendekapnya erat. Itulah Allah. Ia lebih penyayang daripada seorang ibu kepada anaknya. Selama engkau terus kembali, Allah akan selalu menerimamu.” Air mata mengalir di pipi sahabat itu. Kata-kata Rasulullah begitu menusuk hatinya. Sejak hari itu, ia tidak lagi putus asa dalam shalatnya. Ia tetap berusaha khusyuk, dan setiap kali pikirannya melayang, ia mengingat nasihat Rasulullah: “Setiap kali engkau berusaha kembali, saat itulah Allah menyambutmu.”
Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 M
Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025 M. Keputusan ini didasarkan pada hisab hakiki wujudul hilal, metode penentuan awal bulan Hijriah yang telah lama menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan metode ini, awal bulan ditetapkan jika hilal sudah wujud, yaitu setelah terjadi ijtimak sebelum matahari terbenam, bulan terbenam setelah matahari, dan piringan atas bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Jika salah satu dari kriteria ini tidak terpenuhi, maka bulan digenapkan menjadi 30 hari. Dalam menentukan 1 Syawal 1446 H, data astronomis menunjukkan bahwa pada Sabtu Kliwon, 29 Ramadan 1446 H atau 29 Maret 2025 M, ijtimak terjadi pada pukul 17:59:51 WIB. Namun, saat matahari terbenam di Yogyakarta (07° 48′ LS dan 110° 21′ BT), tinggi bulan masih berada di -01° 59′ 04², yang berarti hilal belum wujud. Di seluruh wilayah Indonesia, bulan juga masih berada di bawah ufuk, sehingga tidak memenuhi kriteria wujudul hilal. Oleh karena itu, umur bulan Ramadan 1446 H disempurnakan menjadi 30 hari, dan 1 Syawal 1446 H pun jatuh pada Senin Pahing, 31 Maret 2025 M. Keputusan ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya penggunaan hisab hakiki wujudul hilal dalam penentuan awal bulan Hijriah oleh Muhammadiyah. Mulai tahun 1447 H, Muhammadiyah akan beralih ke Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dalam sistem KHGT, bumi dianggap sebagai satu kesatuan matlak global sehingga seluruh dunia akan menetapkan awal bulan Hijriah pada hari yang sama. Perubahan ini diharapkan membawa kesatuan umat Islam dalam aspek waktu dan ibadah, menjawab tantangan modernitas, serta memperkuat integrasi umat di tingkat global. Sumber: https://muhammadiyah.or.id
Puasa Tapi Tidak Salat, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
LPCRPM PDM SURAKARTA.OR.ID — Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Ibadah ini menuntut umat Islam untuk menahan diri dari segala bentuk makan, minum, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Nabi Muhammad Saw dengan tegas melarang seseorang berbuka tanpa uzur syar’i. Namun, dalam kondisi tertentu, Islam memberikan keringanan bagi sebagian orang untuk tidak berpuasa, dengan kewajiban menggantinya di kemudian hari atau membayar fidyah sesuai ketentuan syariat. Di sisi lain, salat lima waktu merupakan ibadah wajib yang tidak memiliki pengganti. Berbeda dengan puasa yang bisa diganti dengan qadha atau fidyah, seseorang yang meninggalkan salat wajib harus bertaubat kepada Allah dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Lantas, apakah meninggalkan salat berakibat pada batalnya puasa? Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Fuad Zein, dalam keterangannya kepada Muhammadiyah.or.id pada Kamis (06/03), menjelaskan bahwa puasa dan salat merupakan dua ibadah yang berdiri sendiri. “Karena keduanya merupakan amalan yang terpisah, maka tidak saling menegasikan satu sama lain. Orang yang meninggalkan salat tidak otomatis batal puasanya, begitu pula sebaliknya,” ujarnya. Menurutnya, hal-hal yang membatalkan puasa telah ditentukan secara jelas dalam syariat, seperti makan dan minum secara sengaja, berhubungan suami istri di siang hari, serta hal-hal lain yang disebutkan dalam fikih. Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa meninggalkan salat menyebabkan batalnya puasa. Namun, Fuad Zein mengingatkan bahwa meninggalkan salat bisa mengurangi nilai dan keberkahan ibadah puasa seseorang. Oleh karena itu, ia menyarankan agar siapa pun yang meninggalkan salat segera bertaubat, memohon ampunan kepada Allah, dan bertekad untuk memperbaiki ibadahnya. “Taubat yang benar adalah dengan menyesali perbuatan, meminta ampunan kepada Allah, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi,” tambahnya. Sebagai kesimpulan, meskipun meninggalkan salat tidak membatalkan puasa, tetaplah menjalankan kewajiban ini dengan penuh kesadaran. Sebab, kesempurnaan ibadah tidak hanya terletak pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dalam menjaga hubungan dengan Allah melalui salat dan amal kebaikan lainnya.
PENETAPAN HASIL HISAB RAMADAN,SYAWAL, DAN ZULHIJAH 1446 HIJRIAH
Tidak Semua Yang Kita Suka itu Baik
Jum’at, 20 Desember 2024/18 Jumadil Akhir 1446 H Sahabat yang dirahmati Allah, Ada satu ayat dalam Al-Qur’an yang begitu mendalam maknanya, yaitu dari surat Al-Baqarah ayat 216: “Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” Ayat ini sering kali menjadi pengingat di tengah ujian hidup yang terasa berat. Terkadang, kita menghadapi situasi yang tidak kita inginkan—tantangan, kehilangan, atau bahkan kegagalan. Hati kita mungkin bertanya-tanya, “Mengapa harus aku, ya Allah?” Namun, melalui ayat ini, Allah mengajarkan bahwa di balik sesuatu yang kita benci, bisa jadi tersembunyi kebaikan yang belum kita pahami. Sebaliknya, apa yang kita sukai, belum tentu membawa manfaat. Mari kita renungkan bersama. Bukankah sering kali, setelah melewati ujian yang berat, kita baru menyadari betapa Allah mengatur segalanya dengan sempurna? Mungkin hati kita terasa sakit saat kehilangan, tetapi ternyata Allah sedang menggantinya dengan yang lebih baik. Mungkin langkah kita terasa berat di jalan yang kita tempuh, tetapi justru di sanalah Allah melatih kesabaran dan keikhlasan kita. Sahabat,Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Ketika hidup terasa sulit, mari kita coba berprasangka baik kepada-Nya. Yakinlah, tidak ada rencana Allah yang sia-sia. Tugas kita adalah terus berusaha, bersabar, dan bertawakal. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan oleh Allah untuk menghadapi apa pun yang telah ditetapkan-Nya. Dan semoga hati kita selalu lapang menerima segala ketentuan-Nya, karena sungguh, di balik setiap ujian ada hikmah yang luar biasa.
Selamat dan Sukses Milad Muhammadiyah Ke 112
Lpcrpmpdm Surakarta Mengucapkan Selamat milad Muhammadiyah yang Ke 112 tahun .Mencerahkan peradaban, Muhammadiyah teruslah melangkah maju demi kejayaan Islam dan kemaslahatan umat.
LPCRPM dan MPI PDM Surakarta Adakan Pelatihan Jurnalistik untuk Cabang & Ranting
SOLO, LPCRPMPDMSURAKARTA.OR.ID – Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) dan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta berkolaborasi mengadakan Pelatihan Jurnalistik untuk 62 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan 7 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Surakarta, Sabtu (21/9/2024) di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta Jl. Teuku Umar No.5, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. kegiatan Pelatihan ini dibuka oleh Wakil Sekretaris PDM Kota Surakarta Azhari, dihadapan 69 Peserta Pelatihan Azhari menyampaikan dengan diadakannya pelatihan jurnalistik untuk Cabang dan Ranting Muhammadiyah kota Surakarta ini diharapkan Cabang dan Ranting dapat membuat tulisan atau Berita tentang kegiatan di Cabang dan Ranting masing-masing agar dapat memotivasi yang lain untuk Berfastabiqul Khoirot. Adapun narasumber pelatihan sekaligus Pemimpin Redaksi muhammadiyahsolo.com, Sholahudin, menjelaskan tujuan diadakan pelatihan jurnalistik ini untuk membekali kemampuan menulis berita kepada pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Kota Surakarta. Dia berharap PCM dan PRM bisa melaporkan berita di ranting dan cabang untuk dikirimkan ke website muhammadiyahsolo.com. Materi pelatihan penulisan berita masih bersifat dasar. “Materi pelatihan masih dasar seperti apa itu berita, news value, kelengkapan berita 5 W plus 1 H, straight news, dan berita kisah,” jelasnya. Kegiatan ini berlangsung lancar dan menarik karena pada kegiatan ini banyak peserta yg melakukan tanya jawab tentang penulisan berita dan penutupan pelatihan ini peserta langsung mengimplementasikan ilmunya dengan menulis berita kegiatan. (Humas/Mk)
Kisah Karyawan Ramah
Seorang lelaki yang bekerja di sebuah pabrik pengolahan ikan, Pada suatu hari di akhir jam kerja ia masuk kedalam ruang pendingin/pembekuan ikan untuk menyelesaikan pekerjaannya, Namun tiada di sangka ia terkunci di dalam. la pun berusaha sekuat tenaga membuka kunci tersebut untuk keluar tetapi tidak berhasil, Dia jg mencoba berteriak- teriak memanggil seseorang diluar agar membukanya, namun tidak seorang pun yang mendengarnya, sebab seluruh karyawan sudah keluar pabrik dan hanya dialah orang terakhir. Sesudah terkunci di dalam ruangan pembeku selama beberapa jam dan laki-laki ini hampir saja mati membeku, 🥶 Tiba-tiba saja pintu ruangan dibuka dari luar oleh satpam/petugas jaga pabrik, dan akhirnya selamatlah pekerja tersebut dari kematian. 👨🏻💼 Keesokan harinya manager pabrik memanggil satpam dan ia bertanya : “Bagaimana engkau bisa tahu kalau pekerja itu belum keluar pabrik dan berada di dalam ruangan pendingin ?” 👮🏻♂️ Sang satpam itu menjawab : “Aku sudah bekerja di pabrik ini selama 30 tahun, aku selalu memperhatikan ratusan para pekerja yg keluar masuk pabrik ini setiap harinya, nah diantara sekian banyak pekerja itu hanya Laki-laki ini yang selalu mengucapkan salam dan bertanya tentang kabarku setiap kali ia masuk dan keluar dari pabrik, Dan pada hari kemarin sore di akhir jam kerja aku tidak melihatnya lewat menyapaku, padahal ia menyapa ku di pagi harinya ketika jam masuk kerja, maka aku tetap menunggunya sebab aku yakin ia masih di dalam pabrik, kemudian aku pun mengecek kedalam untuk mencarinya, hingga aku mendapatkannya ternyata ia terkuci di dalam ruang pendingin. 🌟 Sebuah hikmah : Ternyata perkataan dan sikap yang baik adalah hal yang berkesan di hati seseorang, Maka jgn remehkan kebaikan sekecil apa pun kepada orang lain, walau itu hanya dengan wajah yang berseri-seri atau tersenyum bila bertemu saudara mu. Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam juga mengajarkan kepada kita mengenai hal ini dalam sabdanya: 📚 “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri” (HR. Shohih Muslim: 6637.)