lpcrpmpdmsurakarta.or.id -SOLO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara mengemas gelaran Hari BerMuhammadiyah dengan konsep berbeda pada Minggu (6/9/2026). Mengombinasikan pesan syiar keagamaan dengan seni pertunjukan tradisional, kegiatan ini berhasil menarik perhatian ratusan warga dan jamaah setempat. Metode kultural ini menunjukkan bahwa penyampaian ajaran Islam dapat dikemas secara komunikatif dan menghibur. Sepanjang acara berlangsung, masyarakat tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia di wilayah Solo Utara. Dakwah Kreatif Lewat Media Wayang Golek Daya tarik utama pengajian akbar ini terletak pada pertunjukan wayang golek yang dibawakan oleh Ustaz Pujiono. Melalui karakter-karakter yang jenaka dan humor yang segar, beliau menyelipkan keteladanan Nabi Muhammad SAW serta pesan-pesan kebaikan. Ustaz Pujiono menyampaikan bahwa seni budaya lokal sangat efektif dijadikan media dakwah selama tidak menabrak batasan syariat atau mengandung unsur syirik. Dalam ceramahnya, beliau juga mengutip Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 56 untuk mengajak jamaah aktif menjaga kelestarian lingkungan sekitar sebagai cerminan akhlak seorang muslim. Kisah Sejarah hingga Layanan Masyarakat Gratis Tidak hanya berisi nasehat agama, lakon wayang tersebut turut mengisahkan sejarah berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada tahun 1912. Penyampaian yang terkemas santai membuat nilai-nilai sejarah organisasi terasa lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum. Ketua PCM Solo Utara, Ustaz Abdul Mutholib, menegaskan pentingnya kebermanfaatan nyata dalam setiap gerakan dakwah. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan stan pemeriksaan kesehatan gratis serta bazar sembako murah bagi warga. Acara semakin semarak dengan partisipasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Solo Utara yang membuka pameran pendidikan dan ekonomi. Kemeriahan disempurnakan oleh atraksi marching band TK Aisyiyah Al-Amin serta penampilan grup vokal SD Muhammadiyah yang membawakan lagu-lagu religi. Rangkaian Hari BerMuhammadiyah ini diakhiri dengan aksi resik lingkungan sebagai wujud kepedulian sosial.
Tingkatkan Imunitas Warga, Tim KKNMAs Kelompok 11 Kenalkan Minuman Herbal JerukKu di Desa Kucur
KUCUR — Guna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan berbasis bahan alami, Tim KKN MAs Kelompok 11 Desa Kucur menggelar sosialisasi dan pembuatan minuman herbal “JerukKu”. Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh sekitar 20 anggota PKK RT 31 Desa Kucur pada Senin malam, 24 Agustus 2026. Berlokasi di halaman rumah salah satu warga RT 4 Desa Kucur, kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir. Segudang Manfaat Sehat dalam Segelas JerukKu JerukKu merupakan racikan minuman herbal berbahan dasar jahe, sereh, jeruk, dan madu yang mudah dibuat di rumah. Dalam sesi sosialisasi, tim KKNMAs memaparkan berbagai keunggulan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Selain menjadi sumber vitamin C dan antioksidan alami, minuman ini efektif meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, meredakan batuk, melegakan tenggorokan, serta memberikan efek hangat pada tubuh. Untuk membuat 1 liter JerukKu, racikan resep yang digunakan sangat sederhana: Resep Sederhana dan Mudah Dipraktikkan Proses pembuatan diawali dengan membakar jahe, lalu membersihkan dan menggepreknya bersama batang sereh. Jahe dan sereh kemudian direbus dalam 1 liter air hingga mendidih. Setelah matang, api dimatikan dan air rebusan dibiarkan hingga hangat. Perasan air jeruk dan madu baru dimasukkan saat air sudah hangat agar kandungan nutrisinya tidak rusak. Kepraktisan cara pembuatan ini langsung memikat perhatian ibu-ibu PKK yang hadir. Peluang Usaha Kreatif Bagi Ibu-Ibu PKK Suasana makin akrab saat sesi minum bersama. Para peserta menyambut positif rasa minuman herbal yang menyegarkan ini. Bahkan, beberapa peserta mulai melirik racikan JerukKu sebagai peluang usaha rumahan yang potensial untuk dikembangkan di Desa Kucur. Keberhasilan program ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa KKNMAs Kelompok 11 yang terdiri dari Muhammad Diandy Handrian, Bianglala Peri Nirwana, Nur Hafizah, Afifah Julia Rahmawati, Aisyah Nur Rofiqoh, Rahma Dwi Aqilah, Zalfa Azhar Salsabila, Anisa Luthfia Janatullaili, Rania Windaertin, Rizq Akbar Nugraha, Ifdah Mawazin, Kindi Lestari, Ahmad Hengki Fernando, dan Erwin Abdullah, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Radhityas Kharisma Nuryasinta, S.H., M.Kn. Tim KKNMAs Desa Kucur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Panitia Pusat dan Lokal KKNMAs 2026, Konsorsium LPPM PTMA, serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah atas seluruh dukungan yang diberikan hingga kegiatan ini berjalan sukses.
Optimalisasi Pendidikan Al-Qur’an dan Akhlak Sejak Dini, KKNMAS Desa KucurGelar Pembinaan Intensif di TPQ Masjid Khadijah
KUCUR, 3 Agustus 2026 — Di era di mana anak-anak kini lebih lekat dengan gawai daripadabuku, menanamkan nilai akhlak sejak dini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuahkeharusan. Melihat kondisi ini, tim KKNMAS Desa Kucur merasa terpanggil untuk mengambillangkah nyata. Bekerja sama dengan Masjid Khadijah, kami menggelar Pembinaan IntensifTPQ dengan tema “Membentuk Generasi Qurani yang Berakhlak Mulia”. Program yangdijadwalkan setiap Senin, Rabu, dan Jumat sepanjang Agustus ini menjadi ruang belajar yangdinamis bagi puluhan santri desa. Tentu saja, kami tidak berjalan sendiri. Tim KKNMAS berkolaborasi erat dengan pengurusmasjid dan para ustaz-ustadzah setempat untuk meracik metode belajar yang pas. Fokusutamanya bukan sekadar mengejar target bacaan, tapi memastikan anak-anak paham tajwid danmakharijul huruf dengan benar. Selain itu, ada sesi tahfidz surat pendek dan pengenalan kisah-kisah hadits yang dikemas dengan bahasa anak. Kami sengaja menghindari cara mengajar yangkaku. Lewat pendekatan yang lebih santai dan menyenangkan, kami ingin anak-anak merasabetah dan tidak menganggap mengaji sebagai beban. Hasilnya cukup membuat kami bahagia. Dalam beberapa kali pertemuan, kami melihatperubahan nyata. Anak-anak yang awalnya malu-malu, kini mulai berani maju ke depan kelasuntuk menyetorkan hafalan surat dan hadits mereka. Semangat mereka adalah bukti bahwapendampingan yang sabar dan metode yang adaptif sangat berarti bagi minat belajar. Lebihdari sekadar hafalan, kami berharap nilai-nilai kebaikan dari hadits bisa mereka bawa pulangdan terapkan sehari-hari. Ke depannya, sinergi dengan TPQ Masjid Khadijah ini kami harapkanbisa terus berjalan, menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga jantungpendidikan moral di Desa Kucur.Rangkaian program ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi seluruh anggota timKKNMAS: Muhammad Diandy Handrian, Bianglala Peri Nirwana, Nur Hafizah, Afifah Julia Rahmawati, Aisyah Nur Rofiqoh, Rahma Dwi Aqilah, Zalfa Azhar Salsabila, Anisa LuthfiaJanatullaili, Rania Windaertin, Rizq Akbar Nugraha, Ifdah Mawazin, Kindi Lestari, AhmadHengki Fernando, dan Erwin Abdullah. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan(DPL), Radhityas Kharisma Nuryasinta, S.H., M.Kn., kami semua berharap pendidikan dini diDesa Kucur bisa terus bertumbuh. Cita-cita kami sederhana: melahirkan generasi yang tidakhanya tajam pemikirannya, tapi juga lembut akhlaknya.Di akhir kegiatan ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnyakepada Panitia Pusat dan Lokal KKNMAS 2026, Konsorsium LPPM PTMA, serta MajelisDiktilitbang PP Muhammadiyah. Dukungan dan fasilitas yang diberikan menjadi bahan bakarbagi kami untuk bisa mengabdi dan berkarya di Desa Kucur.
Mahasiswa KKNMAs Dampingi BTAQ di SDN 1 Kucur melalui Program Lentera Literasi Qur’an
MALANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–‘Aisyiyah (KKNMAs) 2026 sukses melaksanakan program “Lentera Literasi Qur’an”. Program ini merupakan bentuk pendampingan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTAQ) yang ditujukan bagi siswa-siswi SDN 1 Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama lima hari, tepatnya pada 3–7 Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNMAs mendampingi seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan metode belajar kelompok yang interaktif. Metode Pendampingan Berbasis Pemetaan Kemampuan Siswa Sebelum terjun mengajar, tim mahasiswa KKNMAs terlebih dahulu melakukan pendataan dan pemetaan kemampuan mengaji para peserta didik. Langkah krusial ini diambil agar proses pembelajaran BTAQ berjalan lebih terarah, efektif, dan sesuai target. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar. Adapun materi keagamaan yang diberikan meliputi: Kehadiran mahasiswa di SDN 1 Kucur disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh pihak sekolah dan peserta didik. Program ini sekaligus memberikan bantuan tenaga pengajar tambahan bagi sekolah dalam menyukseskan kegiatan BTAQ harian. Wujud Nyata Kampus Berdampak di Masyarakat Program Lentera Literasi Qur’an bukan sekadar kegiatan akademik di luar kampus. Lebih dari itu, program ini merupakan implementasi nyata dari konsep Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi hadir langsung memberikan solusi atas kebutuhan riil di tengah masyarakat. Melalui KKNMAs 2026, mahasiswa dibekali ruang untuk mengasah kepedulian sosial, menerapkan pengetahuan, serta melatih keterampilan komunikasi mereka. Pendekatan berbasis kebutuhan mitra ini memastikan bahwa program KKN tidak hanya bersifat seremonial, melainkan memberikan dampak keberlanjutan yang positif bagi sekolah lokal. Kolaborasi Mahasiswa, Sekolah, dan PTMA Keberhasilan program BTAQ di SDN 1 Kucur ini diinisiasi oleh tim mahasiswa KKNMAs yang terdiri dari: Muhammad Diandy Handrian, Bianglala Peri Nirwana, Nur Hafizah, Afifah Julia Rahmawati, Aisyah Nur Rofiqoh, Rahma Dwi Aqilah, Zalfa Azhar Salsabila, Anisa Luthfia Janatullaili, Rania Windaertin, Rizq Akbar Nugraha, Ifdah Mawazin, Kindi Lestari, Ahmad Hengki Fernando, dan Erwin Abdullah. Aktivitas pengabdian ini dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Radhityas Kharisma Nuryasinta, S.H., M.Kn. Selain itu, kelancaran program juga didukung penuh oleh Panitia Pusat dan Lokal KKNMAs 2026, Konsorsium LPPM PTMA, serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Melalui sinergi yang kuat ini, Lentera Literasi Qur’an sukses menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi pendidikan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga melek literasi Al-Qur’an sejak dini.
Kenali dan Cegah PTM, KKN MAs Kelompok 11 Kucur Bersama Ponkesdes Desa Kucur Gelar CKG bagi Ibu Wali Murid TK ABA 20 Kucur Dau
KUCUR — Tim KKNMAs bersama Ponkedes Desa Kucur menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan edukasi tentang penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus, bagi ibu-ibu wali murid TK ABA 20 Kucur, Selasa (04/08/ 2026). Kegiatan yang mengusung tema “Hidup Sehat, Bebas PTM, Hidup Berkualitas” tersebut diikuti 20 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengenali faktor risiko PTM serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya deteksi dini. Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai hipertensi dan diabetes, mulai dari pengenalan penyakit, faktor risiko, pola makan sehat, aktivitas fisik, hingga pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Setelah edukasi, peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, serta pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya deteksi dini agar peserta dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan mengambil langkah pencegahan sejak dini. Dari hasil pemeriksaan terhadap 20 peserta, ditemukan sejumlah peserta dengan tekanan darah di atas batas normal. Sementara itu, hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan adanya variasi nilai pada peserta. Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara rutin, termasuk bagi masyarakat yang belum merasakan keluhan kesehatan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai PTM, tetapi juga didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga. Kolaborasi antara tim KKNMAs dan Ponkedes Desa Kucur diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan layanan kesehatan di tingkat desa serta mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini PTM secara berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Muhammad Diandy Handrian, Bianglala Peri Nirwana, Nur Hafizah, Afifah Julia Rahmawati, Aisyah Nur Rofiqoh, Rahma Dwi Aqilah, Zalfa Azhar Salsabila, Anisa Luthfia Janatullaili, Rania Windaertin, Rizq Akbar Nugraha, Ifdah Mawazin, Kindi Lestari, Ahmad Hengki Fernando, dan Erwin Abdullah. Tim KKNMAs tersebut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Radhityas Kharisma Nuryasinta, S.H., M.Kn. Melalui kegiatan tersebut, tim KKNMAs berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan PTM semakin meningkat dan dapat diwujudkan melalui kebiasaan hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tim KKNMAs juga menyampaikan terima kasih kepada Panitia Pusat dan Lokal KKNMAs 2026, Konsorsium LPPM PTMA, serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Penulis:1. Muhammad Diandy Handrian2. Bianglala Peri Nirwana3. Nur Hafizah4. Afifah Julia Rahmawati5. Aisyah Nur Rofiqoh6. Rahma Dwi Aqilah7. Zalfa Azhar Salsabila8. Anisa Luthfia Janatullaili9. Rania Windaertin10. Rizq Akbar Nugraha11. Ifdah Mawazin12. Kindi Lestari13. Ahmad Hengki Fernando14. Erwin AbdullahKelompok: KKN MAs Kelompok 11, Universitas Muhammadiyah dan Aisyiyah Seluruh Indonesia Dosen Pengampu: Radhityas Kharisma Nuryasinta, S.H., M.Kn. Editor: Darsono. ARBahasa: Rahmat Al Kafi Sumber :https://mahasiswaindonesia.id/kenali-dan-cegah-ptm-kkn-mas-kelompok-11-kucur-bersama-ponkesdes-desa-kucur-gelar-ckg-bagi-ibu-wali-murid-tk-aba-20-kucur-dau/
Strategi Penguatan Cabang & Ranting: PCM Kota Bengawan Gelar Hari Bermuhammadiyah di Pasar Kliwon
SOLO, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Bengawan sukses menyelenggarakan Pengajian Hari Bermuhammadiyah di Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, pada Selasa (25/8/2026). Selain menjadi wadah silaturahmi, momentum ini menjadi pijakan strategis dalam memperkuat gerakan dakwah serta akselerasi pengembangan cabang dan ranting di Kota Surakarta. Acara ini menghadirkan tokoh nasional, H Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog (Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah), sebagai pembicara utama untuk memotivasi ratusan kader yang hadir. Inovasi Gerakan dari Akar Rumput: Apresiasi PDM Surakarta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, KH Drs Anwar Sholeh, M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi PCM Kota Bengawan. Menurutnya, menghidupkan Hari Bermuhammadiyah adalah langkah konkret dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat ranting. “Dengan mengadakan Hari Bermuhammadiyah ini, setidak-tidaknya perwujudan bagaimana bisa mengembangkan cabang dan ranting telah diwujudkan oleh PCM Kota Bengawan,” ujar Anwar dalam sambutannya. Kehadiran tokoh-tokoh lintas cabang—seperti Ketua PCM Banjarsari Dr Rusmanto dan perwakilan PCM Laweyan—diharapkan mampu membuka kran kolaborasi yang lebih solid. “Kita harapkan ini bisa menjalin kerja sama yang bagus,” tambah Anwar. Masjid Nurul Hidayah Raih Prestasi di CRM Award Tidak hanya soal pengajian, acara ini juga menjadi panggung apresiasi bagi Masjid Nurul Hidayah. Masjid yang mewakili Kota Surakarta ini sukses menyabet predikat Juara Harapan I dalam ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Award tingkat wilayah. Anwar Sholeh memuji pengelolaan Masjid Nurul Hidayah yang dinilai melampaui fungsi ibadah ritual. Masjid ini terbukti produktif dengan mengelola: “Kalau tahun ini belum bisa juara unggulan, mudah-mudahan tahun depan kalau diadakan lagi bisa juara unggulan,” harap Anwar optimis. Mencetak Kader Khairunnas Anfa’uhum Linnas Di akhir sambutannya, Anwar menekankan pentingnya kaderisasi yang berdampak nyata bagi sosial. Ia berharap materi psikologi dakwah yang disampaikan oleh Muhammad Jamaludin Ahmad mampu menggembleng warga Muhammadiyah menjadi manusia yang solutif. “Kami harap warga Muhammadiyah Kota Bengawan dan yang hadir ini digembleng bagaimana bisa menjadi kader Muhammadiyah yang baik sehingga menjadi khairunnas anfa’uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bisa memberi manfaat kepada manusia,” tegasnya. Agenda yang dihadiri oleh jajaran PDM Kota Surakarta, PCM & PCA Kota Bengawan, hingga tingkat pimpinan ranting ini ditargetkan menjadi motor penggerak kolaborasi yang lebih masif demi memperluas kebermanfaatan Muhammadiyah di tengah masyarakat Solo.
Sukses di Expo CRM Jateng, Hidroponikmu PDM Kota Surakarta Jadi Inspirasi Wakaf Produktif
JEPARA — Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta sukses mencuri perhatian dalam ajang Lomba Expo dan Cabang Ranting Masjid (CRM) Award Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dua program unggulan, yakni Masjid Nurul Hidayah Mojo dan budidaya sayur ‘Hidroponikmu’, menjadi primadona dalam acara yang digelar di SD Muhammadiyah Blimbingrejo, Jepara, pada 8-9 Agustus 2026. Ketua LPCRPM PDM Surakarta, Sumanto, menyampaikan bahwa kehadiran kedua program ini merupakan representasi dari geliat dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat yang nyata di Kota Bengawan. Stan expo milik PDM Surakarta bahkan mendapat apresiasi langsung dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH. Tafsir, saat melakukan kunjungan. KH. Tafsir memuji konsistensi pengembangan Masjid Nurul Hidayah Mojo serta kreativitas display aneka ragam sayuran segar hasil budidaya Hidroponikmu. “Muhammadiyah Kota Surakarta mengenalkan Masjid Nurul Hidayah sebagai masjid unggulan dan juga budidaya Hidroponikmu. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, dari 2020 hingga 2026, program ini berkembang sangat pesat dan memberikan dampak manfaat besar bagi pergerakan Muhammadiyah di Surakarta,” ujar Sumanto. Sejarah Hidroponikmu: Dari Pandemi COVID-19 Menuju Juara Nasional Lebih lanjut, Sumanto mengisahkan bahwa inisiasi Hidroponikmu Solo ini bermula pada tahun 2020 lalu saat pandemi COVID-19 melanda. Menghadapi tantangan ketahanan pangan, para kader Muhammadiyah memutar otak dan memanfaatkan lahan wakaf yang belum produktif di wilayah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jebres Timur. Kerja keras tersebut berbuah manis. “Alhamdulillah, inovasi ini juga pernah meraih Juara 1 lomba vlog yang diselenggarakan oleh LPCRPM PP Muhammadiyah pada tahun 2022,” tambah Sumanto. expo LPCRPM PDM Surakarta Pusat Edukasi, Riset Mahasiswa, hingga Gerakan Sosial Sementara itu, Teguh Wahyudi selaku salah satu inisiator Sayur Hidroponikmu Surakarta menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya sekadar budidaya tanaman biasa, melainkan sudah bertransformasi menjadi pilar syiar Muhammadiyah yang multifungsi. Saat ini, Hidroponikmu mampu melakukan panen setiap hari dengan berbagai varietas sayuran berkualitas seperti selada, bayam, kangkung, pakcoy, hingga kale. Seluruh hasil panen tersebut rutin didistribusikan ke jaringan rumah makan dan restoran di sekitar Kota Surakarta. Tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, Hidroponikmu kini telah menjadi pusat pendidikan, pelatihan (diklat), serta lokasi riset bagi dunia akademik. “Banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan program studi Pertanian, Perkebunan, hingga Agrobisnis yang datang ke sini untuk magang, Program Kerja Lapangan (PKL), maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selain itu, setiap hari Jumat kami juga konsisten menjalankan program berbagi sayur gratis untuk masjid dan pondok pesantren,” ungkap Teguh. Melalui momentum Expo CRM Jawa Tengah di Jepara ini, Teguh berharap skema Hidroponikmu Solo dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) yang ditiru oleh daerah lain. Hal ini terbukti dari tingginya animo pengunjung dari berbagai Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan PDM daerah lain yang tertarik untuk melakukan replikasi. “Setiap daerah pasti memiliki tanah wakaf. Potensi tersebut sebenarnya bisa disulap menjadi program wakaf produktif yang menghasilkan melalui budidaya hidroponik seperti ini,” pungkasnya.
Milad ke-94, Pemuda Muhammadiyah Surakarta Hijaukan Bantaran Bengawan Solo dengan 94 Bibit Pohon
SURAKARTA – Menandai kiprah hampir satu abad, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta merayakan Milad ke-94 dengan cara yang inspiratif. Bukan sekadar seremoni, organisasi pemuda ini meluncurkan gerakan “Kado Hijau Pemuda Muhammadiyah Surakarta” berupa aksi penanaman 94 bibit pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, Kampung Sewu, Kamis (14/5/2026). Simbolisasi Usia dan Manfaat Ekologis Ketua PDPM Surakarta, Andi Tri Prasetyo, menjelaskan bahwa pemilihan jumlah 94 pohon bukanlah kebetulan. Angka tersebut merupakan representasi dari usia Pemuda Muhammadiyah tahun ini. Jenis pohon yang ditanam pun dipilih dari kategori tanaman produktif. “Kami menanam pohon kelengkeng, jambu, mangga, matoa, hingga pete. Targetnya tidak hanya sebagai simbol milad, tetapi menjadi warisan ekologis yang manfaat ekonominya bisa dipetik langsung oleh warga sekitar di masa depan,” ungkap Andi. Apresiasi dari Pemerintah Kota Surakarta Kegiatan ini mendapat sorotan positif dari Pemerintah Kota Surakarta. Hadir secara langsung, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi pemuda dalam menjaga ekosistem sungai. “Ini adalah bukti nyata bahwa pemuda tidak hanya berwacana, tapi bergerak konkret menjaga kelestarian alam. Pemerintah sangat mendukung aksi yang mengedepankan ketahanan lingkungan seperti ini,” tutur Astrid. Senada dengan hal itu, Rektor Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Weni Hastuti, yang turut hadir menilai bahwa langkah ini adalah strategi vital untuk mewujudkan Solo sebagai kota yang berkelanjutan (sustainable city). Sinergi Lintas Organisasi Aksi penghijauan ini merupakan wujud nyata kemitraan lintas sektor. Selain jajaran pimpinan Muhammadiyah, berbagai elemen turut bersinergi, di antaranya: Melalui “Kado Hijau” ini, Pemuda Muhammadiyah Surakarta mempertegas komitmennya sebagai pelopor gerakan sosial dan lingkungan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Pahami Batasnya, Sempurnakan Puasanya!
Banyak yang mengira Imsak adalah tanda berhenti total makan sahur. Padahal, batas aslinya adalah Adzan Shubuh (Terbit Fajar). “Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar…” (QS. Al-Baqarah: 187) Jadi, kalau Imsak sudah lewat tapi kamu masih memegang gelas, jangan panik! Segera selesaikan sebelum adzan berkumandang. Jadikan Imsak sebagai alarm persiapan, dan Shubuh sebagai batas akhir.
LPM PWM Jawa Tengah Gelar Pendampingan Masjid Unggulan di Masjid Nurul Hidayah Surakarta, Siap Menuju CRM 2026
Surakarta – Lembaga Pembinaan Masjid (LPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar kegiatan Pendampingan Masjid Unggulan di Masjid Nurul Hidayah, Mojo Semanggi, Kota Surakarta, Ahad (28/12/2025). Kegiatan ini merupakan langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat tata kelola masjid serta mengoptimalkan peran masjid Muhammadiyah sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Pendampingan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini dihadiri oleh anggota Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah Bidang II Pembinaan Masjid, Dodi Afianto, S.Ag., M.Pd.I., jajaran takmir Masjid Nurul Hidayah, serta tim LPM PWM Jawa Tengah. Dodi Afianto menjelaskan bahwa pendampingan masjid unggulan merupakan inisiatif PWM Jawa Tengah untuk mendampingi masjid-masjid Muhammadiyah yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan masuk dalam nominasi Cabang Ranting Masjid (CRM) yang akan diselenggarakan LPCR PP Muhammadiyah pada tahun 2026 di Ponorogo. “Di Masjid Nurul Hidayah ini kita melaksanakan pendampingan satu hari penuh, dari pagi hingga sore. Alhamdulillah antusias peserta sangat baik dan menunjukkan semangat untuk memajukan masjidnya. Mudah-mudahan semangat memajukan masjid Muhammadiyah ini terus terjaga,” ungkap Dodi. Perwakilan Takmir Masjid Nurul Hidayah, Candra Cahyadi, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini memberikan perspektif baru bagi masjid dalam menyusun arah pengembangan yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan. “Melalui pendampingan ini, masjid-masjid yang sebelumnya belum memiliki pandangan pengembangan yang jelas, setidaknya kini memiliki gambaran langkah jangka pendek, menengah, dan panjang. Masjid Nurul Hidayah sebagai masjid unggulan tingkat kota akan segera merapatkan barisan untuk menyusun program yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya. Ia berharap, program dan inovasi yang dikembangkan Masjid Nurul Hidayah dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain, khususnya di lingkungan Muhammadiyah, untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi umat. Sementara itu, Tama, perwakilan dari LPM PWM Jawa Tengah, menilai Masjid Nurul Hidayah memiliki berbagai program unggulan yang manfaatnya dirasakan secara luas. “Alhamdulillah kami melaksanakan visit dan sharing bersama takmir Masjid Nurul Hidayah Kota Solo. Banyak program luar biasa di masjid ini yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh jemaah, tetapi juga masyarakat Kota Solo secara umum,” ujarnya. Melalui kegiatan Pendampingan Masjid Unggulan, LPM PWM Jawa Tengah berharap masjid-masjid Muhammadiyah semakin siap menjadi pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan sosial, sekaligus mampu berprestasi dalam ajang CRM 2026 mendatang.